Growth Performance of Boer Goat Crossbreeds Based On The Number of Kids Born Through Weaning At CV. Raman Farm Sejahtera
Downloads
Abstract
The growth performance of goats from birth to weaning is an indicator of meat goat productivity and can be related to the number of kids in a litter. This study aims to compare the growth performance of Boer goat breeds based on the number of kids born to weaning at CV. Raman Farm Sejahtera. The study used a descriptive quantitative method with a comparative observational approach. The study population was Boer goat breeds that were born and met the research criteria, while the sample size was 15 goats consisting of 5 singletons, 5 twins, and 5 triplets, selected using purposive sampling. The research instruments were calibrated scales, recording devices, and cameras, while data were obtained from reproductive recordings and body weight measurements of BB0, BB1, BB2, and BB3. Data analysis was performed using the mean and standard deviation. The results showed that the highest average body weight was found in singletons, followed by twins and triplets throughout the observation period. In conclusion, there is a tendency for higher growth performance in singletons compared to twins and triplets until weaning age.
References
[1] M. A. N. Abdullah, C. I. Novita, and E. M. Sari, Buku Ajar Manajemen Reproduksi Ternak Sapi. Aceh: Syiah Kuala University Press, 2019.
[2] R. Mariska, S. Siswanto, M. Muhtarudin, and E. Erwanto, “Pengaruh suplementasi temu ireng (Curcuma aeruginosa) dalam konsentrat terhadap total leukosit dan diferensial leukosit pada darah kambing Jawarandu,” Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, vol. 9, no. 1, pp. 102–114, 2025.
[3] B. Medical, V. Amung, and L. Saputro, “Optimalisasi peningkatan produktivitas peternakan kambing yang berkelanjutan melalui teknologi introduksi pakan komplit di Desa Kaliploso Banyuwangi,” Journal of Basic Medical Veterinary, vol. 12, no. 2, pp. 92–99, 2023.
[4] L. A. Zaenuri and I. W. L. Sumadiasa, “Upaya peningkatan produktifitas kambing melalui persilangan kambing lokal dengan kambing Boer di Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong Tengah,” vol. 9, pp. 618–626, 2022.
[5] A. Najmi, A. Zaennuri, I. N. Sadia, and I. A. Wandira, “Penguatan manajemen pemeliharaan cempe kambing Peranakan Etawa di Kelompok Tani Ternak Kerta Bangkit Kabupaten Lombok Utara,” vol. 1, no. 1, pp. 67–78, 2026.
[6] B. M. D. Fitriani, M. Ashari, T. Hidjaz, and L. W. Pribadi, “Pre-pubertal growth of PE (Peranakan Ettawa) goat and its crosses with Boer buck in Lombok Island, Indonesia,” Jurnal Biologi Tropis, vol. 25, no. 2, pp. 2311–2321, 2025.
[7] D. Mulya, A. Dakhlan, D. Kurniawati, and A. Qishton, “Estimasi nilai ripitabilitas bobot sapih dan most probable producing ability kambing Saburai betina di Kelompok Tani Guyup Rukun Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus,” vol. 6, no. 2, pp. 145–150, 2022.
[8] M. Dima, I. Hamdani, and K. Adhianto, “Estimasi korelasi genetik antara bobot lahir dengan bobot sapih pada kambing Saburai di sentra pembibitan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung,” vol. 7, no. 3, pp. 247–251, 2020.
[9] A. Maesya and S. Rusdiana, “Prospek pengembangan usaha ternak kambing dan memacu peningkatan ekonomi peternak,” Agriekonomika, vol. 7, no. 2, pp. 135–148, 2018.
[10] R. A. G. Aniwara, N. Hidayat, and T. Tibyani, “Optimasi komposisi pakan kambing Boer menggunakan algoritme Evolution Strategies,” Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 2, no. 10, pp. 3796–3801, 2018.
[11] S. H. Thaariq, “Pengaruh pakan hijauan dan konsentrat terhadap daya cerna pada sapi Aceh jantan,” Genta Mulia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, vol. 8, no. 2, 2018.
[12] A. Hidayat and N. T. Triatmaja, “Perbaikan kesehatan kandang di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri,” vol. 6, no. 3, pp. 143–149, 2020.
[13] F. Fathurohman, “Peningkatan produktivitas ternak dan manajemen peternakan di Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Cinagarabogo Subang,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, vol. 2, no. 3, pp. 139–142, 2018.
[14] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2021.
[15] Indrarosa, 2021. [Data judul, jurnal/penerbit, volume, nomor, halaman, dan DOI tidak tersedia dalam referensi yang diberikan.]
[16] N. Satifayanti, R. Andriati, and Z. Al Gifari, “Performa produksi hasil persilangan kambing Boer dan lokal (F2) prasapih di Kabupaten Lombok Timur,” vol. 1, no. 5, pp. 44–52, 2025.
[17] N. Zalilah, H. Poerwoto, and R. Andriati, “Performa produksi hasil persilangan kambing Boer dan lokal (F1) lepas sapih di Kabupaten Lombok Timur,” Integrated and Sustainable Animal Production Innovation, vol. 2, no. 2, pp. 1–9, 2025, doi: 10.29303/f8b7gq33.
[18] I. Firhamsah, Z. Al, L. Wira, E. Amalia, and I. Ayu, “Performans produksi lepas sapih kambing Boerawa pada tipe kelahiran dan jenis kelamin berbeda di Kabupaten Lombok Tengah,” vol. 9, no. 2, pp. 65–71, 2025.
License
Copyright (c) 2026 Efda Aliyansyah, Suraya Kaffi Syahpura, Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





