Integrated Sustainable Agro-Maritime Village Development for Circular Economy Transformation in Kutawaru Village
DOI:
https://doi.org/10.51601/ijse.v6i2.659Abstract
The coastal area of Kutawaru, Cilacap, holds considerable potential in fisheries, mangrove ecosystems, agriculture, and waste management, yet remains constrained by a dominant linear economy, low commodity value-added, and weak community institutions. This study examines the implementation of the CSR program by PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Cilacap through the SEGARA KUTAWARU model (Sustainable Economy through Green Agro-Maritime Resources and Circular Approach-Kutawaru) as an effort to transform the coastal area's economy toward a circular paradigm. The program was designed based on social mapping and participatory planning with the community, resulting in four integrated sub-programs: PEPES SEGA K-CAP (coastal economic empowerment and fishing tourism), SIMANJA (mangrove conservation, educational tourism, and fishery-based SMEs), MASKUMAMBANG (integrated agriculture supported by irrigation infrastructure), and BAPAKU (community-based waste bank). Findings indicate that the integration of these four sub-programs forms a mutually reinforcing circular economic ecosystem, transforming waste into economic resources, diversifying community income, and simultaneously strengthening coastal ecosystem conservation. The SEGARA KUTAWARU model is assessed as an effective integrative framework for CSR-based coastal community empowerment and holds strong potential for replication in other coastal areas with similar characteristics.
Downloads
References
[1] Abbas, M. H., Haerunnisa, Murmayani, Darwis, & Yusran. (2026). Pemberdayaan kewirausahaan ibu rumah tangga melalui teknologi formulasi pembuatan abon ikan dan tepung tulang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa di Kabupaten Wajo. SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 38. https://doi.org/10.35329/jp.v6i1.6811
[2] Trianto, H. B., Ramadhany, A. E., Sukmayadevi, & Faticha, M. N. (2024). Implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) ekowisata Panduri Berseri PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tuban. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 6(2), 160–169. https://doi.org/10.24198/jkrk.v6i2.58021
[3] Basuki, B., Hariri, A., & Wahyuni, H. I. (2025). Penguatan peran perempuan dalam keluarga nelayan melalui diversifikasi produk olahan hasil laut. Journal of Community Empowerment, 4(2), 1–14.
[4] Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif dan desain riset: Memilih di antara lima pendekatan (edisi ke-3). Pustaka Pelajar.
[5] Darajati, M. R. (2024). Urgensi implementasi konsep ekonomi biru dalam tata kelola sektor kelautan Indonesia. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 14(1), 15–22.
[6] Dewi, A. A. I. A. A. (2018). Model pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat: Community based development. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 18(2), 163–182. https://doi.org/10.30641/dejure.2018.V18.163-182
[7] Donesia, E. A., Widodo, P., Saragih, H. J. R., & Suwarno, P. (2023). Konsep blue economy dalam pengembangan wilayah pesisir dan wisata bahari di Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 7(2), 1950–1959. https://doi.org/10.31316/jk.v7i2.5548
[8] Hirmawan, A. A., Saputra, S. W., & Ain, C. (2020). Valuasi ekonomi ekosistem mangrove di Kawasan Taman Pesisir Ujungnegoro-Roban, Kabupaten Batang. Jurnal Pasir Laut, 4(2), 124–133. https://doi.org/10.14710/jpl.2020.33693
[9] Islami, P. Y. N. (2022). Penerapan ekonomi sirkular pada pengelolaan sampah pesisir: Studi kasus pengelolaan sampah Pulau Pasaran Bandar Lampung. Prosiding The 4th International Conference on University Community Engagement (ICON-UCE 2022), 4, 512–520. [DOI tidak ditemukan, lihat catatan]
[110] Lasabuda, R. (2013). Pembangunan wilayah pesisir dan lautan dalam perspektif Negara Kepulauan Republik Indonesia. Jurnal Ilmiah Platax, 1(2), 92–101. https://doi.org/10.35800/jip.1.2.2013.1251
[11] Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
[12] Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Muhsin, A., Nafisah, L., & Siswanti, Y. (2018). Participatory Rural Appraisal (PRA) for Corporate Social Responsibility (CSR). CV Budi Utama.
[13] Mulyana, D., & Purnama, R. (2024). Potensi laguna Segara Anakan sebagai upaya keberlanjutan ekowisata mangrove di Kabupaten Cilacap. Jurnal Pengelolaan Pesisir dan Laut Indonesia, 3(1), 22–34.
[14] Nadhilah, A. (2022). Pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat lokal. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(1), 1–12.
[15] Nugroho, A., Fauzi, A., & Kinseng, R. A. (2021). Strategi penghidupan berkelanjutan rumah tangga nelayan pesisir: Diversifikasi usaha dan penguatan kelembagaan lokal. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 16(1), 45–60.
[16] Priyanta, M. (2021). Implikasi konsep kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut dalam pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan. Jurnal Wawasan Yuridika, 5(1), 20–39.
[17] Qomariyah, N., et al. (2026). Pendampingan pengembangan ekowisata mangrove pada Pokdarwis "Tengket Berdaya" di Desa Tengket sebagai upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Abdimas Galuh, 8(1), 1–12. https://doi.org/10.25157/ag.v8i1.22094
[18] Rahardjo, M. (2017). Studi kasus dalam penelitian kualitatif: Konsep dan prosedurnya. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Program Pascasarjana.
[19] Rahim, M., Fathoni, A., Adhiatama, J. N. F., Safitri, D., Zikra, M., Nugraha, T. D., & Wantira, A. D. (2024). Penanganan permasalahan sampah di hutan mangrove Margomulyo menjadi kompos: Inovasi produk dan sosialisasi. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(2), 1–12.
[20] Ramadhan, A., Fauzi, A., Fahrudin, A., & Purnomo, A. H. (2012). Dampak perubahan lingkungan terhadap perkembangan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir di kawasan Segara Anakan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 7(2), 151–164.
[21] Rizal, M., Prasetyo, A., & Widodo, T. (2022). Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui inovasi ekonomi kreatif berkelanjutan. Jurnal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 67–78.
[22] Riyanti, R., & Raharjo, S. T. (2021). Asset Based Community Development (ABCD) dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 3(1), 1–15.
[23] Santoso, B., Prasetyo, R., & Wulandari, D. (2024). Pemberdayaan UMKM dalam pengolahan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular di masyarakat pesisir Desa Sarawet, Likupang Timur. JAMSI: Jurnal Abdimas Mandiri dan Sinergi Ilmu, 3(1), 1–12.
[24] Saputro, Y. E., Kismartini, & Syafrudin. (2015). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah. Indonesian Journal of Conservation, 4(1), 83–94.
[25] Sugiharto, E., Ovelia, G. R., & Padli, M. (2021). Pemetaan sosial (social mapping) di Desa Makarti sebagai landasan perencanaan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Jurnal SAHDU, 1(1), 12–23.
[26] Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (edisi ke-2). Alfabeta.
[27] Sukaris, S. (2019). Social-mapping sebagai landasan perencanaan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Jurnal Riset Entrepreneurship, 2(1), 52–61. https://doi.org/10.30587/jre.v2i1.796
[28] Syafitri, N., Pratama, A., & Hidayat, R. (2024). Implementasi CSR zero waste dan ekonomi berkelanjutan: Program KUCARI PT Pertamina Patra Niaga JATIMBALINUS. Indonesian Journal of Development Studies, 3(1), 1–15.
[29] Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Christiadi Adi Haryanto, Yusuf Effendi, Muhson Arifin, Manshur Rasyid, Duta Wahyu Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















